STIQ Isy Karima Selenggarakan Ujian Tahfidz Semesteran Sebagai Evaluasi Capaian Hafalan Mahasiswa
- 02/07/2025
- Posted by: putri putri
- Category: Uncategorized
Dalam rangka menjaga mutu dan kualitas hafalan Al-Qur’an para mahasiswanya, Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur’an (STIQ) Isy Karima secara konsisten menyelenggarakan Ujian Tahfidz setiap akhir semester. Ujian tahfidz semester genap ini dilaksanakan pada tanggal 28 Juni 2025-2 Juli 2025. Kegiatan ini menjadi bagian dari sistem evaluasi akademik yang tidak hanya menilai aspek kognitif, tetapi juga aspek ruhiyah dan konsistensi dalam menjaga hafalan Al-Qur’an.
Ujian Tahfidz merupakan program wajib yang harus diikuti oleh seluruh mahasiswa STIQ Isy Karima dari semua semester. Setiap semesternya, mahasiswa diuji sebanyak 5 juz, sesuai dengan target capaian hafalan yang telah ditetapkan oleh kampus. Dengan sistem ini, mahasiswa dituntut untuk terus menambah, menguatkan, dan menjaga hafalan secara berkelanjutan selama masa studi.
Proses ujian dilaksanakan dalam suasana yang khidmat dan tertib, dengan penguji dari kalangan Musyrif dan Musyrifah Tahfidz. Mahasiswa diuji secara langsung satu per satu dengan metode talaqqi (setoran langsung), memastikan kualitas bacaan, tajwid, fashahah, serta kekuatan hafalan benar-benar terjaga.



Bagian Mas’ul Tahfidz STIQ Isy Karima menyampaikan bahwa ujian ini bukan hanya bentuk evaluasi akademik, namun juga sebagai muhasabah pribadi bagi setiap mahasiswa dalam interaksinya bersama Al-Qur’an. “Al-Qur’an bukan sekadar ilmu yang dihafal, tetapi harus menjadi petunjuk hidup dan karakter utama para mahasiswa STIQ. Ujian ini melatih kedisiplinan, kejujuran, dan kemurnian hati dalam menjaganya,” ungkap beliau.
Kegiatan ini juga menjadi salah satu ciri khas dan keunggulan utama STIQ Isy Karima sebagai institusi pendidikan tinggi Islam yang berkomitmen untuk mencetak lulusan yang mutqin hafalannya dan mampu menjadi pemimpin berbasis nilai-nilai Al-Qur’an.
Semoga Ujian Tahfidz ini menjadi wasilah bagi mahasiswa untuk semakin mencintai dan menguatkan hubungannya dengan Al-Qur’an, serta menjadi bekal utama dalam perjuangan dakwah dan kehidupan di masa depan.
“Menjaga Al-Qur’an bukan hanya menyimpan hafalan, tapi menanam cahaya petunjuk di dalam jiwa yang akan menerangi sepanjang perjalanan hidup.”