26
MAR
2021

Islam Itu Mudah, Kenapa Dipersulit?

Islam adalah agama yang mudah dan memudahkan. Dalam ajaran, Islam selalu mudah diterima semua kalangan, semua suku, ras, maupun yang berbeda bahasa maupun yang berbeda warna kulitnya, atau  sesuai dengan berbagai kondisi (konteks) maupun di segala tempat.  Islam juga mengajarkan tentang kesederhanaan dalam segala hal dan menolak sesuatu yang berlebihan.

  Semua syari’at Islam itu mudah, baik dalam masalah aqidah, ibadah, akhlak, mu’amalah, dan lainnya. Karena dasar aqidah yang kembali kepada iman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, hari akhir, dan taqdir yang baik maupun buruk. Semua ini adalah aqidah yang benar yang dapat menenteramkan hati, mengantar orang yang meyakininya menuju tujuan yang paling mulia dan tuntutan yang paling utama.

Dalam akhlak dan amalan keseharian seorang muslim juga dipermudahkan, dengan amalan wajib yang harus seorang muslim laksanakan dalam sehari yaitu, mengerjakan sholat yang 5 waktu; Shubuh, Dzhuhur, Ashar, Maghrib dan Isya, dalam mengerjakannya juga mudah. Jika kita perhatikan, waktu pengerjaan shalat secara keseluruhan dalam satu hari satu malam adalah sekitar 75 menit. Dengan rincian, setiap shalat menghabiskan waktu 10 menit, dan wudhu 5 menit. Sangat sedikit jika dibandingkan waktu yang kita miliki dalam satu hari. Belum lagi kemudahan yang lainnya, shalat ini tidak dilaksanakan secara sekaligus, akan tetapi dilaksanakan secara terpisah-pisah dalam 24 jam. Pelaksanaannya pun ditetapkan bukan pada waktu-waktu istirahat manusia.

Dalam amalan wajib yang seorang muslim laksanakan sekali dalam setahun yaitu, puasa wajib pada bulan Ramadhan, yaitu 1 bulan dalam 12 bulan. Begitu dengan zakat yang hanya dikeluarkan ketika sampai nasabnya yaitu, 2,5 dari harta yang miliki berupa harta perdagangan, emas dan perak. Serta amalan wajib seorang muslim laksanakan sekali seumur hidupnya yaitu, menunaikan haji jika ia mampu. Islam mempermudahkan, segala hal telah diatur, hanya perlu melaksanakannya sebaik mungkin.

Bagaimana jika seorang muslim ingin mengerjakan amalan tambahan?

Dalam Islam, itu juga disebut dengan amalan sunnah yaitu: amalan jika dilakukan dapat pahala dan jika ditinggalkan juga tidak berdosa, yang sesuai dengan Nabi Muhammad shallahu ‘alaihi wasalam ajarkan, bukan dengan membuat amalan-amalan diluar yang pernah Nabi ajarkan. Misalnya amalan sunnah dalam sholat ; sholat sunnah Rawatib, sholat Dhuha dan tahajjud, puasa senin-kamis, shadaqah atau infaq dan yang lainnya.

Bahkan dalam segi tambahan ibadah dan amal sholih, Islam mengajarkan kesederhanaan, yang dapat dilakukan oleh seseorang diwaktu senggangnya,seperti berdzikir. Seperti sabda yang Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasalam sampaikan kepada Sahabat Mulia Abu Hurairah:

 “Sesungguhnya agama ini mudah. Tidak ada seorang pun yang mempersulit agama melainkan dia akan dikalahkannya. Maka luruslah dalam beramal, dekatilah (tingkat kesempurnaan), dan bergembiralah, dan mintalah pertolongan kepada Allah Azza wa Jalla pada pagi, sore, dan akhir malam.” Pada lafazh lain disebutkan, “…Berlaku sederhanalah (tidak berlebihan), berlaku sederhanalah, niscaya kalian akan sampai (pada tujuan).” (HR. al-Bukhari dan selainnya)

            Didalam pedoman hidup seorang muslim, Al-Qur’an, Allah ta’ala berfirman:

وَمَا جَعَلَ عَلَيْكُمْ فِي الدِّينِ مِنْ حَرَجٍ

…dan Dia tidak menjadikan kesukaran untukmu dalam agama… [al-Hajj/22:78].

Allah telah memberi kemudahan agama kepada kita dan tidak menjadikan kita merasa keberatan atau pun kesulitan melaksanakannya serta mengkaruniakan kita kenikmatan berupa kemudahan. Maka kita tidak boleh mempersulit diri sendiri dalam beribadah kepada Rabb. Sebab orang yang mempersulit dirinya sendiri dalam ibadah, berarti bertentangan dengan ruh Islam, yang akhirnya cepat atau lambat hal itu akan menimbulkan kebosanan, jemu ataupun tidak mampu melaksanakan lagi ibadah tersebut.

Agama Islam ini memiliki banyak kemudahan, baik dari dalam aqidah, ibadah, akhlak mua’amalah dan lainnya. Dan hal yang membuatnya tampak sulit adalah hati yang tidak bersih dalam menjalankannya, sehingga segala yang mudah tampak sulit untuk dijalankan. Padahal kita tahu kalau agama Islam melarang mengerjakan sesuatu yang mempersulit seorang muslim dan melaksanakan perintah Allah dengan kadar kemampuan artinya tidak berlebihan. Apapun yang dilakukan secara berlebihan memanglah tidak baik untuk dikerjakan baik dalam pandangan agama Islam ataupun di mata orang lain. Sikap ini tidak akan mendatangkan kebaikan bagi pelakunya dan juga tidak akan membuahkan hasil yang baik dalam segala urusan, baik itu urusan dunia atapun akhirat.

Leave a Reply

*

captcha *