10
JUL
2020

Semenanjung Arab

Imam Muslim dan Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Hurairah Radiyallahu ‘Anhu bahwasanya Rosulullah Sallallahu ‘Alaihi Wa Sallam besabda : “ Tidak akan tiba hari Kiamat hingga tanah Arab kembali hijau penuh dengan tumbuhan dan sungai- sungai.”

            Syekh Az- Zindani menceritakan bahwa seoran ilmuwan sekaligus professor, Alfred Kruz-seorang geolog terkenal di dunia– menghadiri konferensi geologi di Fakultas Ilmu Bumi di Universitas King Abdul Aziz. Saya lantas bertanya kepadanya, “ Apakah kau memiliki bukti bahwa Semenanjung Arab-anak benua Arab- adalah tanah yang subur dan memiliki sungai? Saat ini yang kau lihat daerah tersebut adalah gurun.”

            Ia menjawab, “Ya, hal ini sudah kita ketahui, dan ini merupakan fakta ilmiah yang para geolog sudah mengetahuianya. Jika kita menggali dimanapun pada daerah tersebut, maka kita akan mendapati bukti bahwa daratan ini adalah tanah subur yang memiliki banyak sungai. Buktinya sangat banyak, satu di antaranya di kota kecil Faw, telah ditemukan di bawah pasir kawasan gurun. Ada banyak bukti tentang hal itu.”

            Selanjutnya saya bertanya kepadanya, “Apakah kamu memiliki bukti bahwa Semenanjung Arab akan berubah menjadi padang rumput dengan aliran besar sungai?” Dia menjawab, “Ini adalah fakta yang telah diprediksi dan kami para geologis sudah mengetahuinya. Kami mengukur dan mengestimasi hal itu. Kami pun memperkirakan bahwa hal itu akan terjadi. Kejadiannya sudah sangat dekat.”

            Saya bertanya lagi kepadanya, “Bagaimana itu bisa terjadi?” Ia berkata, “ Kami telah mempelajari sejarah bumi di masa lalu dan menemukan bahwa bumi telah melalui beberapa zaman dan salah satunya adalah Zaman Es. Apa yang dimaksud dengan Zaman Es? Sebagian besar air laut berubah menjadi salju (es) dan perlahan terakumulasi di daerah kitab bagian utara kemudian secara perlahan bergerak ke selatan. Selama pergerakanitu, dia menutupi segala sesuatu di bawahnya dan merubah cuaca. Dari perubahan cuaca itu, peristiwa yang akan terjadi di Semenanjung Arab akan menjadi nyata. Jadi, ketika cuca menjadi dingin Sememenanjung Arab akan menjadi salah satu wilayah di dunia dengan frekuensi air hujan terbesar dan memiliki banyak sungai. Saya mengorelasikan aliran deras sungai dan turunnya hujan di wilayah Abha di Arab Saudi dengan apa yang terjadi di Eropa Utara.”

            Syekh Zindani berkata, “Saya telah menangkap apa yang kamu katakan dan bertanya kembali apakah kamu bisa memastikannya?” Ia berkata, “Ini adalah fakta, tidak dapat dielakkan.” Aku berkata kepadanya, “Dengarkan, siapa yang memberitahu Muhammad Sallallahu ‘Alaihi Wa Sallam tentang hal ini dan segala sesuatu yang disebutkan dalam hadits riwayat Muslim, yang mana beliau bersabda, ‘Hari Kiamat tidak akan terjadi sampai tanah Arab berubah menjadi padang pasir dengan aliran sungai yang besar?” Dia terdiam kemudian menjawab, “Orang Romawi.”

            Syekh Zindani kemudian bertanya, “Siapakahyang memberitahu dia tentangtanah Arab yang akan berubah menjadi padang rumput dengan aliran sungai yang besar?” Dia berpikir dalam-dalam dan berkata. “Dari yang di atas.” Saat itu aku bertanya kepadanya, “Tulislah…!” Dia pun menulis, “ Aku terkagum dengan fakta ilmiah bahwa aku menyaksikan dalam Al-Qur’an dan As- Sunnah sesuatu yang tidak bisa kita bantah yang diberitakan di masa lalu dengan metode pembuktian ilmiah modern.” Ini membuktikan bahwa Nabi Muhammad Sallallahu ‘Alaihi Wa Sallam mendapat pengetahuan seperti ini dari wahyu ilahiyah.

            Az- Zindani berkata: “Saudaraku yang terhormat, itulah yang terjadi pada seorang atheis berkebangsaan Jerman. Semangatku menjadi berlipat terkait tanggung jawab sebagai serang muslim kepada agamanya. Menurutku, para pemimpin dunia pun akan menerima Islam jika diperlihatkan fakta-fakta ini. Bahkan, mungkin tidak hanya akan menerima islam semata; merekapun akan bersemangat mendakwahkannya. Aku berharap adanya usaha serius dari komunitas muslim dan kampus-kampus islam akan hal ini. Niscaya dalam sepuluh tahun, paling tidak sepertiga ilmuwan dunia akan menjadi muslim.”

            Demi Allah, kami hanya membutuhkan waktu tidak lebih dari dua setengah jam bersama, hingga ia mengatakan semua hal ini. Ini adalah salah satu keajaiban sains. Ia menulisnya dan membuktikannya. Ia membuktikan bahwa hanya ada satu sains, satu kebenaran, satu Tuhan dan umat Islam mengemban tanggung jawabnya. Kita punya kebenaran di tangan kita. Kebenaran di mana kebohongan tidak dapat menelusup dari arah manapun. Abad ini merupakan masa puncak dari segala sesuatu, tapi bagi kita, ini adalah permulaan dari masa ketundukan sains kepada islam dan Al-Qur’an. Allah Subhanahuata’ala  berfirmandalam surat Fussilat ayat 53 yang berarti: “ Kami akan membuktikan kepada mereka tanda-tanda kami di alam semesta, dan dalam diri mereka hingga menjadi sebuah jelas bagi mereka bahwa ia adalah kebenaran, apakah belum cukup bagi kalian Tuhanmu yang telah membuktikan segala sesuatu?” 

(Sumber:Al- ‘Ilm Tariq Al- ‘Iman karya Syekh Abdul Majid Az-Zindani)

Nadzifah A.F

Leave a Reply

*

captcha *