27
MAR
2020

KEAJAIBAN SEMUT DI DALAM ISLAM

Di dalam Al-Qur’an terdapat surat yang membahas tentang hewan semut, yakni terdapat di surat An-Naml  pada urutan ke 27 :

حَتَّىٰ إِذَا أَتَوْا عَلَىٰ وَادِ النَّمْلِ قَالَتْ نَمْلَةٌ يَا أَيُّهَا النَّمْلُ ادْخُلُوا مَسَاكِنَكُمْ لَا يَحْطِمَنَّكُمْ سُلَيْمَانُ وَجُنُودُهُ وَهُمْ لَا يَشْعُرُونَ

 “Hingga apabila mereka sampai di lembah semut berkatalah seekor semut : “Hai semut-semut masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari.” (Qs. An-Naml : 18)

Kata semut mengacu pada binatang yang berkembang menjadi jenis serangga. Semut merupakan jenis serangga, semut merupakan serangga anggota suku Formicidae, bangsa Hymenoptera. Ia memiliki lebih dari 12.000 spesies di dunia.

Semut dapat ditemukan di semua tempat di bumi ini, termasuk gurun sahara dan mereka biasa berjumlah banyak atau membentuk koloni.

Menurut Hamka semut adalah hewan yang sangat kecil yang memiliki pribadi yang sangat kuat dan tidak mudah putus asa dalam melakukan hal apapun.

Menurut Ibnu Katsir Semut merupakan jenis hewan yang hidup bermasyarakat dan berkelompok. Hewan ini memiliki keunikan seperti ketajaman indra dan sikapnya yang sangat berhati-hati serta etos kerja yang sangat tinggi.

Tubuh semut terdiri atas tiga bagian, yaitu kepala, mesosoma (dada) dan metasoma (perut). Morfologi semut yang jelas dibandingkan dengan serangga yang lainnya yang terdapat juga antena, kelenjar metapleural dan bagian perut kedua yang berhubungan ke tangkai semut membentuk pinggang sempit (pedunkel) diantara mesosoma (bagian rongga dada dan daerah perut) dan metasoma (perut yang kurang abdominal segmen dalam petiole). Petiole yang dapat dibentuk oleh satu atau dua node (hanya yang kedua atau yang kedua dan ketiga abdominal segmen ini bisa terwujud).

Seperti yang telah kita ketahui bahwa semut termasuk hewan yang kuat yang memiliki keistimewaan selain tertuliskan dalam Al-Qur’an. Berikut keistimewaan dari semut :

  1. Sistem komunikasi yang baik

Semut memiliki komunikasi yang baik seperti dalam mencari sumber makanan yang baru ditemukan. Lalu mereka memanggil semut lain dengan cairan yang mereka sekresikan dalam kelenjar yang disebut feromon. Saat kerumunan di sekitar makanan membesar, sekresi feromon membatasi pekerja lagi. Jika makanan sangat kecil atau jauh, pencari menyesuaikan jumlah semut yang mencoba mencapai makanan dengan mengeluarkan isyarat. Jika makanan besar, semut mencoba lebih giat untuk meninggalkan lebih banyak jejak, sehingga lebih banyak semut dari sarang yang membantu para pemburu. Apa pun yang terjadi, tak pernah ada masalah dalam konsumsi makanan dan pemindahannya ke sarang, karena di sini ada “kerja tim” yang sempurna.

Semua kategori komunikasi yang disebut di atas dapat dikelompokkan dalam judul “Isyarat Kimiawi”. Isyarat kimiawi ini memainkan peran terpenting dalam organisasi koloni semut. Semiokemikal adalah nama umum zat kimia yang digunakan semut untuk tujuan menetapkan komunikasi. Pada dasarnya ada dua jenis semiokemikal, yaitu feromon dan alomon.

Alomon adalah zat yang digunakan untuk komunikasi antargenus. Namun, seperti yang dijelaskan sebelumnya, feromon adalah isyarat kimiawi yang terutama digunakan dalam genus yang sama dan saat disekresikan oleh seekor semut dapat dicium oleh yang lain. Zat kimia ini diduga di-produksi dalam kelenjar endokrin. Saat semut menyekresi cairan ini sebagai isyarat, yang lain menangkap pesan lewat bau atau rasa dan menanggapinya. Penelitian mengenai feromon semut telah menyingkapkan bahwa semua isyarat disekresikan menurut kebutuhan koloni. Selain itu, konsentrasi feromon yang disekresikan semut bervariasi menurut kedaruratan situasi.

  • Sistem Kasta

Anggota kasta pertama adalah ratu dan semut-semut jantan, yang memungkinkan mereka berkembang biak. Dalam satu koloni bisa terdapat lebih dari satu ratu. Ratu mengemban tugas reproduksi untuk meningkatkan jumlah individu yang membentuk koloni. Tubuhnya lebih besar daripada tubuh semut lain. Sedang tugas semut jantan hanyalah membuahi sang ratu. Malah, hampir semua semut jantan ini mati setelah  kawin.

Anggota kasta kedua adalah prajurit. Mereka mengemban tugas seperti membangun koloni, menemukan lingkungan baru untuk hidup, dan berburu.

Kasta ketiga terdiri atas semut pekerja. Semua pekerja ini adalah semut betina yang steril. Mereka merawat semut induk dan bayi-bayinya; membersihkan dan memberi makan. Selain semua ini, pekerjaan lain dalam koloni juga merupakan tanggung jawab kasta pekerja. Mereka membangun koridor dan serambi baru untuk sarang mereka; mereka mencari makanan dan terus-menerus membersihkan sarang.

Di antara semut pekerja dan prajurit juga ada subkelompok. Subkelompok ini disebut budak, pencuri, pengasuh, pembangun, dan pengumpul. Setiap kelompok me-miliki tugas sendiri-sendiri. Sementara satu kelompok berfokus sepenuhnya melawan musuh atau berburu, kelompok lain membangun sarang, dan yang lain lagi memelihara sarang.

  • Markas ideal

Ada departemen khusus untuk setiap tugas dan semuanya dirancang supaya prajurit dapat bekerja semudah mungkin. Misalnya, bangunan ini memiliki lantai-lantai di bawah tanah, tetapi departemen yang memerlukan energi matahari lokasinya memperoleh sinar matahari dengan sudut sebesar mungkin. Dan departemen-departemen yang harus senantiasa saling berhubungan dibangun sangat berdekatan sehingga memudahkan akses. Gudang-gudang penyimpan kelebihan bahan juga dirancang sebagai departemen terpisah di satu sisi bangunan. Lokasi gudang-gudang penyimpanan itu nyaman serta mudah diakses. Dan tepat di tengah bangunan terdapat ruang luas di mana semua orang dapat berkumpul.

Keunikan markas tersebut bukan hanya itu. Meski luas, bangunan ini dipanaskan secara seragam. Suhu tetap konstan sepanjang hari berkat sistem pemanas sentral yang sangat canggih. Penyebab lainnya adalah sekat luar  yang sangat efektif melawan segala kondisi cuaca.


Leave a Reply

*

captcha *