14
FEB
2020

Apa itu Hedonisme ?

Hedonisme adalah suatu pandangan hidup yang menganggap bahwa kesenangan dan kenikmatan materi adalah tujuan utama hidup. Hedonisme terjadi karena adanya perubahan perilaku pada masyarakat yang hanya menghendaki kesenangan. Perilaku tersebut lama kelamaan mengakar dalam kehidupan masyarakat termasuk para remaja yang pada akhirnya menjadi seperti sebuah budaya bagi mereka tingkat pengetahuan dan pendidikan juga sangat berpengaruh pada pembentukan sikap mental para remaja.

Tapi sayangnya, kadang semua hal itu terkalahkan dengan rendahnya cara berfikir mereka dalam menyikapi berbagai persoalan. Banyak diantara para remaja yang melarikan diri dari masalah dengan berhura-hura. Kebiasaan seperti inilah yang kemudian menjadi kebudayaan di kalangan remaja. Adapun beberapa dampak negatif budaya hedonisme yaitu pergaulan bebas (sex bebas, clubbing dan pesta narkoba), individualisme, matrealistis, tidak bertanggung jawab, pemalas, tidak disiplin, korupsi, plagiat, dan diskriminasi.

Untuk mengantisipasi dampak negatif budaya hedonisme bagi remaja maka perlu untuk melakukan cara atau solusi yaitu dengan cara menerapkan pola hidup sederhana adalah salah satu pilihan alternative untuk membasmi budaya hedonisme di kalangan remaja. Pola hidup sederhana di kegiatan sehari-hari diperlukan untuk mengatur keuangan remaja agar pendapatan yang biasanya berasal dari orang tua tidaklah kecil daripada pengeluaran bahan produksi.

Pengeluaran bahan produksi disini maksudnya adalah modal yang berbentuk materil maupun non materil. Bahan materil yaitu seperti uang, sedangkan bahan produksi yang non materil itu berupa selain dari uang seperti tenaga dan alat transportasi. Lalu bagaimanakah cara kita mengontrol bahan produksi tersebut dalam kehidupan kita sehari-hari dalam masyarakat kampus maupun masyarakat di luar kehidupan kampus? Jawabannya ada pada paradigma berfikir remaja itu sendiri. Disinilah praktek nyata dari acuan berfikir seorang remaja itu dalam mengontrol segala yang menjadi prioritas utamanya. Maka secara tidak langsung sifat hedonisme itu dapat di cegah oleh remaja dengan mengontrol dan memikirkan secara logis tentang segala resiko yang akan diambil nantinya.

Nah,untuk saat ini gaya hidup hedonisme telah dijadikan hobi oleh semua kalangan.mulai dari remaja yang misalnya suka beli-beli karena keinginan bukan karena kebutuhan.kemudian apabila ada temannya atau tetangganya yang baru memiliki barang bagus dan bermerk terkenal,kemudian mulai terpengaruh dan menekankan pada dirinya untuk harus memiliki barang tersebut juga atau bahkan harus lebih bagus.kemudian kalangan dewasa yang juga masih belum bisa menahan nafsu nya sehingga walaupun sudah berkeluarga namun juga tetap mengikuti trend gaya hidup yang semakin berlebih-lebihan,bahkan bisa berkorban untuk lebih memilih berhutang daripada  gaya hidup hedonism nya yang menurun.kemudian juga kalangan lansia yang terpengaruh oleh keluarga nya sendiri untuk dituntut walaupun sudah tua namun tetap harus bergaya yang wow dan mewah.

Bahkan tidak hanya orang-orang yang hidupnya identic bebas diluar,akan tetapi orang-orang yang hidupnya dikalangan tertutup misalnya di kalangan pondok pesantren pun juga ada bahkan banyak yang mempraktekkan gaya hidup hedonisme di lingkungannya.misalnya ada guru yang umurnya masih muda,kemudian guru tersebut memakai sepatu dan tas yang bagus dan bermerk.maka,murid yang memang sejatinya suka memerhatikan guru nya,cepat atau tidak,mereka para murid akan meminta kepada orang tua nya agar dibelikan sepatu dan tas yang bermerk seperti yang dimiliki oleh gurunya.pun tidak menutup kemungkinan kalau guru nya yang mengikuti gaya hidup murid nya yang serba mewah.

Jika sudah begini,tindakan apa yang akan kita lakukan sebagai pemuda pemudi yang bijak?

Yakni setidaknya kita mulai mencoba mengurangi dikit demi sedikit keinginan-keinginan kita untuk tidak membeli barang atau yang lainnya karena sebenarnya keinginan-keinginan tersebut tidak dibutuhkan.kemudian tindakan selanjutnya mulai menjaga untuk tidak harus memiliki dan memakai barang-barang yang bernilai mewah dan bermerk terkenal,karena selama barang yang kita miliki dan kita gunakan tetap memiliki nilai fungsi nya,mengapa harus yang bermuluk-muluk

Hiduplah sesederhana mungkin,karena hidup didunia hanya sesaat.dan Allah tidak menuntut kita untuk hidup dengan yang muluk-muluk,melainkan Allah menuntut kita untuk selalu ingat setelah hidup di dunia ini ada fase kehidupan lagi yang abadi yakni dengan mengingat kematian itu dekat dan cepat.

Nah,silahkan dipahami dan diterapkan langkah-langkah terbaik kita untuk tidak hidup akan buta nya hedonisme atau bergaya seperti kebarat-baratan yang dampak nya adalah merugikan.mari kita memulai dari yang yang terkecil,dari diri sendiri dan dari sekarang!

Nailah Sa’adah

Leave a Reply

*

captcha *