19
DEC
2019

PEMUDA RABBANI UNTUK MASA DEPAN NEGERI

Masa muda adalah masa yang berapi – api, masa pencarian jati diri, masa pembuktian eksistensi, masa ketika semangat masih menggelora, dan masa ketika jiwa sangat menginginkan gemerlap dunia. Maka masa muda ini adalah masa pembentukan generasi, bila suatu bangsa memiliki generasi pemuda yang baik, maka baik pula bangsa tersebut, namun jika suatu bangsa memiliki generasi pemuda yang rusak, maka rusak pula bangsa tersebut. Karena tidak bisa dipungkiri lagi, roda kehidupan akan terus berputar, generasi akan terus berganti, dan para pemuda adalah kunci dari suatu generasi.

            Dengan banyaknya keutamaan masa pada usia muda ini, agama Islam pun menempatkan masa muda sebagai suatu nikmat yang kelak akan dipertanggung jawabkan, dalam suatu hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لاَ تَزُولُ قَدَمُ ابْنِ آدَمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ عِنْدِ رَبِّهِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ خَمْسٍ: عَنْ عُمُرِهِ فِيْمَا أَفْنَاهُ، وَعَنْ شَبَابِهِ فِيْمَا أَبْلَاهُ، وَمَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيْمَا أَنْفَقَهُ، وَمَاذَا عَمِلَ فِيْمَا عَلِمَ

“Tidak akan bergeser kaki manusia di hari kiamat dari sisi Rabbnya sehingga ditanya tentang lima hal: tentang umurnya dalam apa ia gunakan, tentang masa mudanya dalam apa ia habiskan, tentang hartanya darimana ia peroleh dan dalam apa ia belanjakan, dan tentang apa yang ia amalkan dari yang ia ketahui (ilmu).”

            Umur kita akan dipertanyakan untuk apa saja kita menggunakannya di dunia. Masa muda termasuk dalam umur, namun masa muda ditanyakan dan dimintai pertanggung jawaban lagi secara khusus, untuk apa saja energinya digunakan saat masa muda. Karena itulah, kita benar – benar harus memperhatikan masa muda, terlebih para pemuda adalah generasi penerus ummat akhir zaman ini.

            Lantas bagaimanakah ciri – ciri para pemuda akhir zaman yang siap meneruskan estafet perjuangan ummat Islam? 

Pertama : pemuda yang tumbuh dalam ketaatan

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمُ اللَّهُ فِى ظِلِّهِ يَوْمَ لاَ ظِلَّ إِلاَّ ظِلُّهُ … وَشَابٌّ نَشَأَ فِى عِبَادَةِ رَبِّهِ …

“Ada tujuh golongan manusia yang akan dinaungi oleh Allah dalam naungan (Arsy-Nya) pada hari yang tidak ada naungan (sama sekali) kecuali naungan-Nya: …Dan seorang pemuda yang tumbuh dalam ibadah (ketaatan) kepada Allah …”

            Pemuda yang menghabiskan energinya dalam ketaatan pada Allah Azza wa jalla akan mendapatkan naungan di hari akhir, hari ketika suami melupakan istrinya, ibu melupakan anaknya, dan semua orang hanya sibuk memikirkan keselamatan dirinya sendiri. Pemuda yang tumbuh dalam ketaatan kepada Allah akan mendapatkan naungan dari-Nya.

            Maka hendaknya para pemuda menghabiskan energinya dalam ketaatan, mendekatkan diri kepada Allah, berbakti pada kedua orang tua, menghadiri majelis ilmu, menghafalkan Al Qur’an, mengamalkan As Sunnah, mengadakan bakti sosial, sehingga ia selalu menggunakan waktunya untuk melakukan kegiatan – kegiatan yang positif. Karena apabila dia tidak menggunakan waktunya dalam kegiatan yang positif maka akan terisi dengan kegiatan – kegiatan yang negatif.

Ibnu Qayyim Al-Jauziyah rahimahullah berkata,

وَنَفْسُكَ إِنْ أَشْغَلَتْهَا بِالحَقِّ وَإِلاَّ اشْتَغَلَتْكَ بِالبَاطِلِ

“Jika dirimu tidak disibukkan dengan hal-hal yang baik, pasti akan disibukkan dengan hal-hal yang batil”

Kedua : Berteman Atas Dasar Ketaqwaan

            Teman sangatlah berpengaruh dalam membentuk karakter seseorang, teman yang sholeh akan selalu mengingatkan kita kepada Allah Azza wa jalla, mengingatkan kita tentang surga dan neraka, mengingatkan kita agar tidak bermaksiat kepada Sang Pencipta, dan teman yang sholeh kelak bisa memberi syafaat untuk kita dengan izin Allah supaya terhindar dari neraka dan masuk ke surga-Nya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

المرء على دين خليله، فلينظر أحدكم من يخالل

“Seorang manusia akan mengikuti agama teman dekatnya, maka hendaknya salah seorang darimu melihat siapa yang dijadikan teman dekatnya”

            Bahkan, seorang teman karib sekalipun bila pertemananya tidak didasari oleh ketaqwaan kepada Allah, kelak di hari akhir akan menjadi musuh.

Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman :

ٱلۡأَخِلَّآءُ يَوۡمَئِذِۢ بَعۡضُهُمۡ لِبَعۡضٍ عَدُوٌّ إِلَّا ٱلۡمُتَّقِينَ 

 “Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa.” (QS. Az Zukhruf : 67)

            Seperti itulah pemuda yang siap meneruskan estafet perjuangan ummat Islam di akhir zaman ini. Semoga Allah menjadikan pemuda bangsa ini, menjadi generasi Rabbani yang Dia ridhoi sehingga mereka tidak hanya sholeh untuk diri mereka sendiri, namun juga menjadi generasi yang mushlih, yang mampu memberikan solusi terhadap permasalahan ummat di akhir zaman ini.

 …..رَبَّنَا هَبۡ لَنَا مِنۡ أَزۡوَٰجِنَا وَذُرِّيَّٰتِنَا قُرَّةَ أَعۡيُنٖ وَٱجۡعَلۡنَا لِلۡمُتَّقِينَ إِمَامًا 

“…….Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa. (QS. Al – Furqon : 74)

Wallahu a’lam bisshowaab

Dzulfikar Tri B

Leave a Reply

*

captcha *